Cara Membaca Bid dan Offer dalam Transaksi Saham untuk Pemula Bagian 1

Cara Baca Bid & Offer Saham

Sumber gambar: GaleriSaham.com

Dalam dunia pasar saham, istilah Bid dan Offer (Ask) adalah hal dasar yang wajib dipahami setiap investor atau trader. Kedua istilah ini muncul dalam order book atau tampilan antrean transaksi di aplikasi trading, seperti Bibit, Ajaib, IPOT, atau Trimegah.

Memahami Bid dan Offer bukan cuma membantu kamu tahu harga saham saat ini, tapi juga memberi gambaran tentang arah pergerakan harga — apakah sedang banyak yang mau beli (demand tinggi) atau banyak yang mau jual (supply tinggi).

1. Apa Itu Bid?

Bid adalah harga yang diajukan oleh pembeli (buyer) untuk membeli saham tertentu. Semakin tinggi harga Bid yang kamu pasang, semakin besar peluang order kamu akan dieksekusi atau “match”.

Contoh:
Misalnya kamu ingin membeli saham UNVR di harga Rp7.600. Artinya kamu mengajukan Bid sebesar 7.600. Jika ada penjual yang bersedia menjual di harga tersebut, maka transaksi akan terjadi.

Dalam tampilan order book, kolom Bid menampilkan daftar antrean pembeli berdasarkan harga tertinggi di urutan teratas.

Prioritas dalam antrean Bid adalah harga tertinggi. Semakin tinggi harga beli yang kamu tawarkan, semakin cepat pesananmu dieksekusi.

2. Apa Itu Offer (Ask)?

Offer atau disebut juga Ask adalah harga yang diajukan oleh penjual (seller) untuk menjual saham. Semakin rendah harga Offer, semakin besar kemungkinan sahammu cepat terjual.

Contoh:
Jika ada investor lain yang ingin menjual UNVR di harga Rp7.625, maka harga Offer terendah saat itu adalah 7.625. Bila ada pembeli yang setuju membeli di harga itu, transaksi akan terjadi pada harga 7.625.
Prioritas dalam antrean Offer adalah harga terendah. Makin rendah harga jual yang kamu tawarkan, makin besar peluang order kamu diserap oleh pasar.

3. Bagaimana Transaksi Terjadi?

Transaksi saham terjadi ketika harga Bid dan Offer bertemu pada satu titik harga yang sama. Proses ini disebut matching order.

Contoh kasus nyata:
- Harga Bid tertinggi: Rp7.600 (pembeli siap beli di harga itu)
- Harga Offer terendah: Rp7.625 (penjual siap jual di harga itu)

Karena belum ada kesepakatan harga, maka belum terjadi transaksi. Namun jika ada pembeli menaikkan Bid ke Rp7.625, maka transaksi langsung terjadi.

4. Arti Jumlah Lot di Bid dan Offer

Di samping harga Bid dan Offer, kamu juga akan melihat kolom jumlah lot. Satu lot setara dengan 100 lembar saham. Jumlah ini menunjukkan berapa banyak pesanan beli atau jual yang sedang menunggu di harga tersebut.

Misalnya di harga Bid Rp7.600 terdapat 4.405 lot. Artinya ada permintaan beli sebanyak 440.500 lembar saham di harga 7.600.

Data jumlah lot ini membantu kamu membaca tekanan pasar. Jika jumlah lot di sisi Bid jauh lebih besar dari Offer, berarti tekanan beli lebih kuat (potensi harga naik). Sebaliknya, jika sisi Offer lebih tebal, artinya tekanan jual sedang dominan.

5. Kesimpulan

Bid dan Offer adalah jantung dari transaksi saham. Dengan memahami keduanya, kamu bisa membaca arah pergerakan harga, mengenali momentum, dan membuat keputusan beli-jual yang lebih akurat.

Singkatnya:
✅ Bid = harga yang pembeli mau bayar.
✅ Offer = harga yang penjual mau terima.
📊 Transaksi terjadi saat keduanya bertemu di satu harga yang sama.

Pelajari pola antrean Bid-Offer setiap hari agar kamu makin mahir membaca psikologi pasar.

Akmal

Perkenalkan nama saya Muhammad Akmal seorang mahasiswa universitas negeri makassar fakultas ekonomi dan bisnis program studi bisnis digital

Post a Comment

Previous Post Next Post